Ambisi Besar BYD Menjadi Ujung Tombak Teknologi F1
Rumor kedatangan BYD ke grid Formula 1 akhirnya menemui titik terang. Wakil Presiden BYD, Stella Li, sempat bertemu langsung dengan CEO F1 Stefano Domenicali dan Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem di GP Monako untuk menjajaki peluang. Langkah ini memicu spekulasi bahwa pabrikan Tiongkok tersebut berniat membangun tim ke-12 di balapan jet darat paling bergengsi di dunia ini.
Meski belum memiliki rekam jejak di dunia motorsport, BYD memiliki modal kapital dan infrastruktur raksasa yang tidak bisa diremehkan. Saat ini mereka menduduki peringkat ketiga pabrikan mobil terbesar di dunia dengan valuasi pasar mencapai 125 miliar dolar AS, tepat di bawah Tesla dan Toyota. BYD juga menguasai pasar baterai kendaraan listrik global lewat anak perusahaannya, FinDreams.
Baca Juga
Penasihat khusus BYD, Alfredo Altavilla, menegaskan dalam Goodwood Festival of Speed bahwa mereka tidak tertarik jika keterlibatannya hanya sebatas strategi pemasaran. "Kami hanya mempertimbangkan Formula 1 sejauh teknologi kami bisa berguna di sana. Kami tidak akan pernah berpartisipasi hanya untuk menaruh stiker di samping bodi mobil karena ada cara yang lebih baik untuk menginvestasikan uang itu," ungkap Altavilla.
Tantangan terbesar saat ini adalah ketidakselarasan regulasi mesin masa depan F1 yang kabarnya justru ingin mengurangi komponen hibrida dan kembali ke mesin V8 dengan bahan bakar ramah lingkungan. Kondisi ini membuat BYD juga menutup pintu untuk masuk ke ajang Formula E dan memilih fokus mematangkan riset sains material mereka yang bisa diterapkan pada mobil komersial.