Dilema Tombol Boost dan Manajemen Baterai yang Membingungkan Pembalap
Usai merampungkan akhir pekan yang sengit di GP Inggris, Oscar Piastri menyoroti bagaimana sesi Sprint dan balapan utama kini didominasi oleh adu taktik manajemen daya baterai. Menurutnya, sistem hibrida yang diadopsi Formula 1 saat ini justru mereduksi nilai dari sebuah aksi manuver murni dan mengubahnya menjadi ajang spekulasi mekanis di lintasan lurus.
Piastri menjelaskan bahwa penggunaan tombol dongkrak daya atau 'boost button' kini menuntut intuisi yang terlalu dini dari para pembalap. Pembalap asal Australia ini mencontohkan situasinya saat berduel dengan George Russell dan Charles Leclerc, di mana ia terpaksa membuang energi baterai secara percuma hanya karena salah menebak strategi penghematan daya yang dilakukan oleh rival di sekelilingnya.
Baca Juga
Mantan juara Formula 2 tersebut menyamakan situasi di trek layaknya permainan lempar koin yang tidak bisa diprediksi secara taktis. Piastri merasa frustrasi karena ketika seorang pembalap berhasil melakukan manuver yang hebat, sistem manajemen energi ini bisa dengan mudah membuat posisinya kembali direbut pada trek lurus berikutnya tanpa ada ruang untuk bertahan.
Kekacauan regulasi energi ini juga disebut Piastri sebagai pemicu insiden senggolan antara dirinya dengan Liam Lawson pada lap pembuka balapan utama. Memulai balapan dari posisi kedelapan, sayap depan mobil McLaren miliknya hancur akibat terjebak dalam situasi 'sandwich' setelah adanya perbedaan lonjakan tenaga yang masif dari mobil-mobil di sekitarnya saat berebut posisi.