Kesepakatan Rahasia Pembalap F1 dan FIA Terungkap
Keberhasilan George Russell mengamankan posisi start terdepan di Red Bull Ring sempat memicu perdebatan sengit di jagat Formula 1. Kontroversi memuncak karena Russell tetap memacu jet daratnya saat bendera kuning tunggal berkibar akibat kecelakaan yang dialami Max Verstappen. Sementara itu, rekan setim sekaligus rival utamanya, Kimi Antonelli, memilih membatalkan putaran terbangnya karena mengira situasi berbahaya tersebut menuntut kibaran bendera kuning ganda.
Menjelang seri balapan di GP Inggris, Russell mengakui bahwa insiden Verstappen menabrak pembatas jalan di Tikungan 9 idealnya memicu bendera kuning ganda yang otomatis akan membatalkan catatan waktunya. Namun, ia mengungkapkan adanya kesepakatan lama antara para pembalap dan FIA sejak balapan di Baku. Aturan praktis ini menyepakati bahwa insiden kualifikasi cukup diantisipasi dengan bendera kuning tunggal agar tidak merusak momentum putaran pembalap lain secara total.
Baca Juga
Russell juga membela aksi para petugas lintasan (marshal) dan FIA yang dituntut mengambil keputusan krusial dalam hitungan detik. "Tentu saja insiden itu seharusnya memicu bendera kuning ganda. Namun, perlu diingat petugas di pinggir lintasan adalah sukarelawan, bukan FIA langsung. Mereka harus merespons dalam waktu lima hingga sepuluh detik, dan itu bukan pekerjaan yang mudah bagi mereka," ungkap pembalap asal Inggris tersebut.
Kontroversi tersebut pada akhirnya tidak menghalangi langkah Russell untuk keluar sebagai pemenang utama di GP Austria, yang menjadi podium tertinggi pertamanya sejak seri pembuka di Melbourne. Hasil maksimal ini membuat Russell memangkas jarak di papan klasemen, meskipun ia masih tertinggal 40 angka dari Kimi Antonelli yang kokoh memimpin perburuan gelar juara dunia musim 2026.