Ketegangan Antara Ferrari dan Mercedes Memanas Soal Anggaran F1 2026
Bos Ferrari Fred Vasseur tidak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah Toto Wolff menyindir aktivitas timnya dalam melakukan pembaruan komponen. Wolff secara terbuka mempertanyakan kemampuan finansial skuad Maranello dalam membiayai paket upgrade masif mereka tanpa melanggar regulasi pembatasan anggaran atau cost cap. Bagi Vasseur, pernyataan tersebut bukan sekadar kritik biasa, melainkan sebuah sindiran halus bahwa timnya telah melakukan kecurangan.
Perseteruan ini mencuat setelah Ferrari memperkenalkan paket pembaruan besar kedua mereka di GP Barcelona dan GP Austria demi mendongkrak performa jet darat SF-26. Wolff mengklaim bahwa Mercedes tidak bisa seagresif itu karena keterbatasan dana pencadangan di bawah regulasi cost cap sebesar 215 juta dolar AS untuk musim 2026. Pria asal Austria tersebut memprediksi rivalnya akan segera kehabisan uang di tengah ketatnya perlombaan pengembangan mobil.
Baca Juga
Vasseur menilai komentar tersebut sangat ironis dan tidak berdasar karena jumlah komponen baru yang dibawa Ferrari tidak lebih banyak dari Red Bull. Menurutnya, ada standar ganda yang diterapkan oleh rival-rival mereka di grid Formula 1 saat ini. "Ketika Red Bull atau Mercedes yang melakukan pengembangan, mereka disebut genius. Namun saat kami yang melakukannya, kami dituduh curang," ujar pria asal Prancis itu dengan nada menyindir.
Meskipun Ferrari sempat terlempar dari persaingan papan atas di Austria setelah berjaya lewat kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona, Vasseur menegaskan timnya tetap fokus pada pengoptimalan setelan mobil. Ia mengingatkan bahwa performa saat ini lebih banyak ditentukan oleh manajemen ban dan set-up yang tepat daripada sekadar membawa komponen baru. Ferrari kini tetap bertengger di peringkat kedua klasemen konstruktor dan memilih mengabaikan perang urat syaraf tersebut.