Kritik Kalender Padat F1 dan Pujian untuk Finansial FIA
Sosok ikonik berusia 95 tahun yang pernah memegang hak komersial F1 sebelum Liberty Media ini hadir langsung di GP Austria. Dalam sesi bincang-bincang bersama media, Ecclestone mengakui rindu atmosfer menyusun kesepakatan finansial di balik layar. Meski memuji keberhasilan Liberty Media dalam memperluas pasar F1 ke arah gaya hiburan Amerika Serikat, ia menilai ada beberapa keputusan strategis yang justru keliru.
Menurut Ecclestone, kalender balap yang kini membengkak hingga rekor 24 seri dalam satu musim serta pengenalan format Sprint di hari Sabtu adalah sebuah kesalahan besar. Ia menilai jadwal yang terlalu padat justru menurunkan prestise sebuah Grand Prix karena penonton tidak lagi merasa takut ketinggalan momen balapan. Baginya, penonton kini cenderung abai karena tahu balapan berikutnya akan langsung digelar dalam satu atau dua minggu ke depan.
Baca Juga
Di sisi lain, pria asal Inggris ini memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, yang dinilai sukses membawa perubahan positif sejak menjabat pada 2021. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, FIA berhasil mencatatkan keuntungan operasional sebesar 6,7 juta euro untuk tahun fiskal 2025. Angka ini menjadi titik balik luar biasa mengingat organisasi tersebut sempat menderita kerugian operasional hingga 24 million euro pada tahun 2021 silam.
Ecclestone menegaskan bahwa Ben Sulayem telah melakukan pekerjaan hebat demi memajukan organisasi dan membantu klub-klub balap di bawah naungannya secara transparan. Ketika ditanya mengenai aspek apa yang perlu ditingkatkan untuk masa depan jet darat ini, Ecclestone berseloroh ingin melihat kembalinya mesin berkapasitas 3.0 liter, entah itu dalam konfigurasi V8, V10, ataupun V12 yang dinilai lebih menghidupkan esensi balapan.