Keteguhan Ismael Saibari Membela Singa Atlas Sejak Dini
Dunia sepak bola berputar sangat cepat dan Ismael Saibari adalah bukti nyatanya. Enam bulan lalu, namanya panen kritik akibat aksi kontroversialnya di final Piala Afrika (AFCON). Namun kini, ia bertransformasi menjadi salah satu bintang paling bersinar di Piala Dunia 2026 dengan torehan tiga gol dari tiga laga fase grup. Saibari memimpin lini depan Maroko yang tampil impresif demi mempertahankan status mereka sebagai semifinalis edisi lalu.
Langkah Maroko di babak 16 besar akan mempertemukan mereka dengan Belanda, negara tempat Saibari meroket bersama PSV Eindhoven dengan raihan tiga gelar domestik serta gelar Pemain Terbaik Eredivisie. Karier penyerang serbabisa ini dipastikan naik kelas setelah sepakat bergabung dengan Bayern Munich musim depan. Catatan impresifnya di fase grup bahkan membuat Saibari menjadi pemain Afrika pertama yang selalu mencetak gol dalam setiap laga grup di Piala Dunia.
Baca Juga
Meski lahir di Spanyol dan besar di Belgia, komitmen Saibari untuk timnas Maroko sudah bulat sejak usia 15 tahun. Mantan Direktur Teknis Federasi Maroko, Nasser Larguet, mengenang bahwa Saibari memilih Maroko dengan keyakinan penuh 100 persen, bukan karena ditolak negara lain. Keputusan tersebut terbukti tepat karena sang pemain mendapatkan fasilitas dan ruang berkembang yang ideal hingga akhirnya mampu membawa Maroko menjuarai Piala Afrika U-23 pada tahun 2023 silam.
Kelebihan utama Saibari terletak pada fleksibilitas posisinya di lapangan, mulai dari gelandang, penyerang sayap, hingga kini fasih berperan sebagai nomor 9 di bawah taktik Mohamed Ouahbi. Kemampuan adaptasi ini didukung kecerdasannya yang menguasai lima bahasa. Dengan absennya beberapa penyerang utama, Saibari kini menjadi tumpuan tunggal dan hanya butuh satu gol lagi untuk menobatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Maroko di ajang Piala Dunia.