Cegah Keuntungan Sepihak Akibat Insiden di Lintasan
Gagasan ini mencuat setelah insiden di kualifikasi GP Austria pekan lalu, saat George Russell berhasil mengamankan pole position di tengah situasi bendera kuning tunggal. Bendera tersebut berkibar akibat kecelakaan yang dialami Max Verstappen di tikungan akhir, yang memicu kebingungan mengenai keabsahan catatan waktu pembalap lain yang tengah melaju kencang.
Russell dinilai cerdik memanfaatkan celah regulasi dengan hanya sedikit mengangkat pedal gas di Tikungan 9 demi mematuhi indikator bendera kuning tunggal. Berkat keunggulan waktu yang masif di sektor awal, pembalap Mercedes itu tetap sukses merebut posisi start terdepan, sementara rekan setimnya, Kimi Antonelli, justru terpaksa membatalkan putarannya karena salah mengira situasi tersebut sebagai bendera kuning ganda.
Baca Juga
Sainz menilai regulasi saat ini sangat rentan dieksploitasi oleh pembalap untuk mengamankan posisi, terutama bagi mereka yang sudah mencatatkan waktu tercepat di awal sesi. Pembalap Ferrari tersebut mengingatkan kembali memori kelam GP Monako 2006, saat Michael Schumacher sengaja menghentikan mobilnya di tikungan Rascasse guna menggagalkan putaran pembalap lain demi mempertahankan pole position.
Sebagai salah satu direktur Grand Prix Drivers' Association (GPDA), Sainz berencana membawa proposal penalti mundur tiga grid ini ke forum resmi pembalap untuk didiskusikan lebih lanjut. Meskipun Verstappen dipastikan tidak sengaja mengalami kegagalan teknis di Austria, Sainz menegaskan bahwa F1 butuh sistem yang lebih adil agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh kesalahan pembalap lain di detik-detik akhir kualifikasi.