Ketegangan Internal Racing Bulls Memanas di Red Bull Ring
Meskipun Racing Bulls berhasil membawa pulang poin ganda yang mengesankan di GP Austria, atmosfer di dalam tim justru memanas. Liam Lawson tidak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah pembalap ruki, Arvid Lindblad, mengabaikan instruksi tegas dari dinding pit untuk menahan posisi saat balapan berlangsung di sirkuit Red Bull Ring.
Drama ini bermula ketika Lawson diminta oleh insinyur balapnya, Alexandre Iliopoulos, untuk fokus menjaga kondisi ban dan mendapat jaminan bahwa dia tidak akan diserang dari belakang. Namun, Lindblad yang juga sudah diperingatkan untuk menahan posisi justru melakukan manuver agresif di Tikungan 4 yang memaksa Lawson melebar hingga ke tepi area gravel.
Baca Juga
Melalui pesan radio tim yang bocor, Lawson meluapkan rasa frustrasinya dengan sangat keras dan menegaskan bahwa ini adalah kali terakhir dia mau mendengarkan instruksi tim jika situasinya seperti ini. Pebalap asal Selandia Baru itu finis di posisi kesembilan setelah strategi undercut berhasil mengembalikannya ke depan Lindblad yang harus puas finis di urutan kesepuluh.
Pascabalan, Lindblad tampak santai menanggapi kekecewaan rekan setimnya dengan dalih bahwa hasil akhir P9 dan P10 sudah cukup bagus bagi tim karena tidak ada ancaman dari mobil lain di belakang mereka. Di sisi lain, Lawson menuntut adanya evaluasi internal yang mendalam bersama manajemen Racing Bulls guna membahas ketidakpatuhan tersebut sebelum seri balap berikutnya bergulir.