Sisi Lain Deschamps dan Solidaritas Tanpa Batas Skuad Prancis
Momen tidak biasa terjadi di Stadion New Jersey pada menit ke-84 ketika Kylian Mbappe ditarik keluar. Didier Deschamps memberikan busur penghormatan dan pelukan hangat dengan senyum lebar yang sangat jarang ia perlihatkan di pinggir lapangan. Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini seolah sudah selesai lebih cepat berkat performa luar biasa Michael Olise yang mengacak-acak pertahanan Swedia sepanjang pertandingan.
Ketegangan yang biasa menyelimuti Deschamps luruh dalam kemenangan telak tiga gol tanpa balas ini. Graham Potter yang menukari Swedia bahkan langsung memeluknya begitu peluit panjang berbunyi untuk memberikan ucapan duka cita atas musibah pribadi yang baru dialami sang pelatih Prancis. Di ruang pers, Potter pun mengakui keunggulan taktik Prancis yang mendominasi setiap jengkal lapangan dengan menyatakan bahwa Les Bleus terlalu kuat di semua lini.
Baca Juga
Deschamps yang kerap dikritik karena gaya bermain pragmatis kini justru berani tampil menyerang demi menikmati turnamen terakhirnya bersama tim nasional. "Kami semua berada di belakang pelatih, apa pun yang terjadi, dan kami ingin dia tahu bahwa dia tidak sendirian," ujar Mbappe yang langsung merayakan gol pembukanya bersama seluruh anggota tim ke arah bangku cadangan sebagai bentuk solidaritas.
Sentuhan emosional ini membuat ruang ganti Prancis menjadi sangat solid menjelang laga-laga krusial berikutnya. Deschamps sendiri mengaku sangat tersentuh dengan kedewasaan skuadnya dan sempat bercanda mengenai warisan taktiknya yang kini jauh lebih menghibur. Prancis tidak hanya menang secara statistik dan skor telak, tetapi juga memperlihatkan keharmonisan tim yang bisa menjadi modal utama untuk merengkuh trofi juara.