Teori Masalah Sensor Aston Martin di Balik Penalti Alonso
Pembalap veteran Fernando Alonso harus menerima pil pahit setelah dijatuhi hukuman penalti lima detik akibat memacu mobil melebihi batas kecepatan di area pit-lane pada GP Austria. Pembalap asal Spanyol ini mengungkapkan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh kelalaian manusia, melainkan akibat malafungsi sistem komputer mobilnya.
Alonso menjelaskan bahwa sensor pendeteksi kecepatan pada jet daratnya mengalami panas berlebih yang berujung pada ketidakakuratan data. Akibat kendala teknis ini, tim mekanik Aston Martin bahkan sempat menginstruksikan sang pembalap untuk mengontrol kecepatan secara manual di angka 75 km/jam saat melakukan pit stop kedua.
Baca Juga
Meski hanya mampu menyentuh garis finis di posisi ke-18, Alonso menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin. Juara dunia dua kali itu memanfaatkan sisa balapan untuk menganalisis kelemahan mobil, terutama saat momen overlap dan ketika berada di belakang mobil pembalap lain.
Data performa ini dinilai sangat krusial bagi Aston Martin yang sedang bersiap meluncurkan paket pembaruan mobil berspesifikasi B-spec AMR26 pada musim panas mendatang. Tim yang berbasis di Silverstone ini tercatat masih tertinggal satu detik dari tim Cadillac dalam dua sesi kualifikasi terakhir.