Hamilton Sebut Hasil GP Austria Sebagai Tamparan Realitas Ferrari
Balapan di Red Bull Ring menjadi mimpi buruk bagi Ferrari meski sempat mengamankan posisi start kedua dan ketiga di belakang George Russell. Masalah degradasi ban yang masif membuat Hamilton dan Leclerc kedodoran mempertahankan posisi. Norris menilai kegagalan total rivalnya tersebut berakar dari jet darat Ferrari yang kehabisan tenaga di lintasan.
Suhu lintasan ekstrem yang menyentuh angka 60 derajat Celsius memaksa Hamilton dan Leclerc memeras performa ban hingga batas maksimal demi mengejar Mercedes. Alih-alih bertahan, Hamilton melorot ke posisi kelima dengan jarak 26 detik dari Russell sang pemenang, sementara Leclerc terpuruk di posisi kedelapan setelah diobrak-abrik oleh Max Verstappen, Kimi Antonelli, Oscar Piastri, Isack Hadjar, hingga Norris sendiri.
Baca Juga
Norris mengaku terkejut dengan performa buruk pabrikan Maranello tersebut di Austria. "Kejutan terbesarnya adalah Ferrari yang sangat kepayahan, jujur saya merasa kasihan pada mereka," ujar pembalap McLaren itu. Menurutnya, ketika mobil kekurangan daya di lintasan lurus, pembalap terpaksa menekan habis-habisan di tikungan yang berujung pada kerusakan fatal ban depan.
Keterpurukan ini terjadi tepat setelah Hamilton merayakan kemenangan perdananya bersama Ferrari di Barcelona pekan lalu. Hamilton mengakui hasil buruk ini memutus euforia tim. Pembalap asal Inggris tersebut menegaskan bahwa Ferrari harus segera mengevaluasi pembaruan mesin ADUO kedua mereka karena saat ini kecepatan murni mobil mereka masih tertinggal jauh di belakang Mercedes.