Taktik Jitu Deschamps Redam Hakimi Lewat Dominasi Doue
Prancis sukses melangkah ke semifinal Piala Dunia tiga kali secara beruntun setelah menyingkirkan jawara Afrika, Maroko, dengan skor 2-0 di Gillette Stadium. Di balik kemenangan meyakinkan Les Bleus, keputusan Didier Deschamps memasang Desire Doue sebagai starter di sektor sayap kiri terbukti menjadi kartu as. Pemain muda Paris Saint-Germain tersebut tampil spartan sepanjang laga dan menjawab keraguan publik terkait komposisi lini serang Prancis.
Strategi menempatkan Doue sejak menit awal sengaja dirancang untuk membatasi agresivitas bek kanan Maroko, Achraf Hakimi. Doue dipaksa bermain melebar demi memancing Hakimi lebih banyak bertahan, sebuah taktik yang berjalan sempurna karena membuat sang bek kelimpungan untuk membantu serangan. Statistik mencatat Doue menyentuh bola sebanyak 65 kali dalam 77 menit, jumlah yang lebih banyak dibanding perolehan gelandang senior seperti Adrien Rabiot dan sang kapten Kylian Mbappe.
Baca Juga
Kylian Mbappe pun tidak segan melayangkan pujian tinggi kepada rekan setimnya itu setelah pertandingan usai. "Dia adalah pemain yang memberi kami banyak alternatif taktik, baik saat menguasai bola maupun tidak, karena ia punya atribut yang lengkap," ujar Mbappe. Sang kapten menambahkan bahwa kemampuan Doue bertransformasi menjadi gelandang tengah ketiga di babak kedua memberikan fleksibilitas luar biasa bagi strategi permainan tim.
Performa apik ini menjadi laga pembuktian bagi Doue setelah sebelumnya lebih sering memulai laga dari bangku cadangan saat melawan Paraguay dan Norwegia. Selain menyumbang satu assist untuk gol pembuka Mbappe, Doue juga aktif memutus aliran bola lawan dan hampir mencetak gol andai sepakannya tidak ditepis Yassine Bounou. Di babak semifinal nanti, konsistensi bintang muda ini akan kembali diuji saat Prancis menghadapi tantangan yang lebih berat.