Respons Positif Publik Usai Lawson Kritik Manajemen Red Bull
Pembalap Racing Bulls, Liam Lawson, menarik perhatian jagat Formula 1 setelah berbicara jujur dalam High Performance Podcast terkait dinamika internal timnya. Lawson membantah klaim mantan bos Red Bull, Christian Horner, yang menyebut dirinya sempat tertekan secara mental saat diturunkan kembali ke tim junior setelah hanya melakoni dua balapan di awal musim 2025.
Selain meluruskan narasi seputar dirinya, pembalap asal Selandia Baru ini juga mengkritik kebijakan Red Bull dan Alpine yang dinilai tidak adil dalam mendepak pembalap muda. Lawson mencontohkan nasib apes Jack Doohan di Alpine yang langsung digantikan oleh Franco Colapinto setelah hanya tampil dalam enam seri balapan tanpa diberi kesempatan kedua.
Baca Juga
Meski komentarnya tergolong sangat berani untuk ukuran pembalap aktif, Lawson mengaku justru kebanjiran dukungan dari berbagai pihak dan pengamat F1. "Sangat mudah untuk bersikap terbuka di platform tersebut, dan saya menerima banyak masukan yang sangat positif meski saya jarang bermain media sosial," ujar Lawson.
Terlepas dari ketegangan politik di luar lintasan, performa Lawson di musim F1 2026 justru kian melesat tajam dengan torehan 39 poin berkat persiapan pramusim yang matang. Kontribusi solidnya bersama sang rekan setim, Arvid Lindblad, sukses membawa Racing Bulls bertengger di peringkat keenam klasemen konstruktor dan hanya terpaut satu angka dari Alpine.