Mental Baja Les Bleus Hadapi Provokasi dan Permainan Kasar
Langkah Prancis di Piala Dunia 2026 terus berlanjut setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar yang berlangsung di Philadelphia. Les Bleus dipaksa bermain kotor dan melupakan sepak bola indah demi meladeni permainan fisik serta provokasi konstan dari tim Amerika Selatan tersebut. Alih-alih terpancing, skuad asuhan Didier Deschamps justru menunjukkan kedisiplinan luar biasa sepanjang 90 menit pertandingan.
Laga berjalan sangat tensi tinggi dengan total 23 pelanggaran yang tercatat resmi, meski di lapangan terasa jauh lebih intens. Upaya Paraguay merusak fokus Prancis sempat memicu keributan kecil pasca-tembakan Ousmane Dembele di menit ke-35. Beruntung, lini belakang yang digalang William Saliba tetap tampil solid, sementara kartu kuning Manu Kone di menit ke-82 menjadi salah satu dari sedikit noda disiplin Prancis yang sukses mengakhiri laga dengan sebelas pemain.
Baca Juga
Kylian Mbappe menegaskan bahwa timnya siap beradaptasi dengan gaya main apa pun demi meraih trofi tertinggi di turnamen ini. "Mereka pikir kami hanya datang untuk bermain cantik dengan setelan jas, tapi kami juga tahu cara bermain sepak bola kotor jika diperlukan," ujar Mbappe pasca-laga. William Saliba juga menambahkan bahwa kunci utama kelolosan mereka adalah fokus penuh untuk tidak meladeni taktik provokatif lawan.
Kemenangan ini mengantarkan Les Bleus ke babak perempat final untuk menantang Maroko pada Kamis mendatang di laga yang diprediksi tidak kalah sengit. Keberhasilan menjaga emosi dan kebersamaan tim di tengah tekanan fisik menjadi modal krusial bagi anak asuh Deschamps, membuktikan bahwa sang juara bertahan memiliki mentalitas juara yang lengkap.