Red Bull Tolak Ubah Setelan, Verstappen Sengsara di Silverstone
Akhir pekan di Sirkuit Silverstone menjadi mimpi buruk yang sempurna bagi sang juara dunia empat kali. Verstappen tergelincir ke area gravel pada lap ke-48 dari 52 putaran yang dilombakan saat tengah memperebutkan posisi kelima. Kegagalan ini memicu ledakan emosi sang pembalap yang langsung memaki performa mobilnya sendiri melalui radio komunikasi tim.
Sebelum balapan dimulai, Verstappen sebenarnya sudah meminta Red Bull untuk merombak mesin dan setelan mobil RB22 miliknya, bahkan jika harus konseuen memulai balapan dari area pit lane. Namun, manajemen tim menolak permintaan tersebut dan memilih mempertahankan kondisi mobil yang dinilai Verstappen sangat tidak responsif sejak sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Baca Juga
Ketegangan antara pembalap dan tim teknis sudah terasa sejak pertengahan lomba ketika Verstappen berulang kali mengeluhkan sistem penurunan gigi dan penyaluran tenaga mesin yang kacau. "Kalian tidak bisa mengatakan bahwa setelan ini normal," tegas Verstappen kepada mekaniknya, sebelum akhirnya kehilangan kendali bagian belakang mobilnya di kecepatan tinggi.
Hasil buruk tanpa poin ini menjadi kegagalan finis ketiga bagi Verstappen sepanjang musim ini, yang membuatnya terlempar ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 76 poin. Pembalap asal Belanda tersebut kini tertinggal jauh hingga 103 poin dari sang pemuncak klasemen jet darat, Kimi Antonelli.