Error Perangkat Lunak Gagalkan Akhir Balapan yang Dramatis
Insiden melintirnya Max Verstappen di tikungan Stowe memicu keluarnya Safety Car menjelang akhir balapan di Sirkuit Silverstone. Situasi sempat memanas ketika muncul pesan resmi bahwa Safety Car akan masuk ke pit pada putaran terakhir, yang membuka peluang terjadinya aksi saling salip penentu kemenangan antara Charles Leclerc, George Russell, dan Lewis Hamilton. Namun, Safety Car justru tetap bertahan di lintasan hingga bendera finis berkibar.
Keputusan sepihak di atas lintasan tersebut langsung membuat komentator Sky F1, Martin Brundle, meradang dan menilai akhir balapan telah merugikan tontonan bagi jutaan penggemar. Menanggapi kontroversi ini, FIA merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa regulasi mengharuskan satu putaran penuh diselesaikan setelah mobil-mobil yang tertinggal (lapped cars) menyalip Safety Car, dan munculnya instruksi "Safety Car In This Lap" murni karena kesalahan sistem atau error pada perangkat lunak mereka.
Baca Juga
Sebelum FIA mengeluarkan pembelaan diri, Brundle menegaskan bahwa regulasi balap yang ada saat ini sangat kaku dan perlu segera diubah agar tidak membunuh esensi kompetisi di atas lintasan. "Apa pun bunyinya, aturan itu tidak benar. Penonton di tribune dan di rumah berhak mendapatkan akhir balapan yang kompetitif, bukan iring-iringan yang membosankan seperti ini," ujar mantan pembalap F1 tersebut dengan nada kecewa.
Terlepas dari kekacauan prosedur di garis finis, Charles Leclerc akhirnya keluar sebagai pemenang untuk mengklaim podium pertama perdananya musim ini, diikuti oleh George Russell di posisi kedua dan Lewis Hamilton di peringkat ketiga. Kemenangan pembalap Ferrari ini sekaligus menutup akhir pekan penuh drama di Silverstone setelah insiden kecelakaan parah yang juga dialami oleh Andrea Kimi Antonelli dan Max Verstappen.