Dugaan Pelanggaran Netralitas Politik dan Tuntutan Investigasi Etik
Langkah kontroversial Presiden FIFA Gianni Infantino yang membatalkan hukuman larangan bertanding bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, berbuntut panjang. Keputusan mendadak di babak 32 besar tersebut memicu gelombang protes keras karena diduga kuat terjadi setelah adanya komunikasi telepon langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Infantino.
Lembaga hak asasi manusia FairSquare dilaporkan resmi mengajukan gugatan terhadap Infantino kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas pelanggaran berulang terhadap aturan netralitas politik. Ini bukan kali pertama sang presiden federasi bermasalah, mengingat FairSquare juga pernah melaporkannya ke Komite Etik FIFA pada Desember 2025 karena terkesan memihak kebijakan Trump, termasuk pemberian penghargaan kontroversial "FIFA Peace Prize".
Baca Juga
Tekanan berat kini tidak hanya datang dari lembaga independen, melainkan juga dari ranah politik formal di benua biru. Sebanyak 35 anggota parlemen Eropa mendesak asosiasi sepak bola di negara Uni Eropa untuk menuntut Komite Etik FIFA segera melakukan investigasi mendalam terkait adanya tekanan politik dari pemerintah AS dalam keputusan olahraga tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang riwayat buruk transparansi di bawah kepemimpinan Infantino yang kini tengah mendapat sorotan tajam sepanjang turnamen di Amerika Utara. Selain skandal kartu merah Balogun, ia juga menghadapi tuduhan serius dari berbagai pihak mengenai adanya perlakuan istimewa dan keberpihakan terselubung terhadap tim nasional Argentina dalam kompetisi yang sedang berjalan.