Tantangan Berat Ban Pirelli dan Kemiripan IndyCar dengan F1
Colton Herta mengakui bahwa performanya di musim perdana Formula 2 (F2) masih jauh dari kata memuaskan. Langkah berani Herta meninggalkan karier suksesnya di IndyCar demi mengejar mimpi Formula 1 (F1) belum berjalan mulus, terutama dalam upayanya mengumpulkan poin Super Licence demi mengamankan satu kursi di tim Cadillac untuk musim 2027.
Saat ini Herta masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara F2 dengan torehan 20 poin, tertinggal 10 angka dari rekan setimnya yang lebih berpengalaman, Ritomo Miyata. Padahal, CEO Cadillac F1 Dan Towriss menargetkan dirinya untuk finis di posisi 10 besar, sebuah target yang kian menantang setelah Herta gagal meraih poin dalam lima balapan terakhirnya.
Baca Juga
Herta mengidentifikasi sesi kualifikasi sebagai titik lemah utamanya akibat sensitivitas ban Pirelli yang belum sepenuhnya ia kuasai. Kendati demikian, pembalap berusia 26 tahun ini menyebut karakter mobil F2 sangat unik layaknya mobil GT yang tidak bisa dipaksa, sangat berbeda dengan F1 dan IndyCar di mana pembalap bisa tampil lebih agresif mengendalikan mobil.
Meski terseok-seok di F2, fokus Herta tidak terpecah dari komitmennya bersama Cadillac. Setelah melakoni debut FP1 di Barcelona, ia dijadwalkan kembali menggeber mobil F1 Cadillac pada sesi FP1 GP Hungaria sebelum jeda musim panas, yang diharapkan bisa menjadi panggung pembuktian kapasitasnya di level tertinggi.