Denda Jutaan Euro Menanti Juventus hingga Chelsea
Langkah tegas diambil oleh Badan Kontrol Finansial Klub (CFCB) UEFA setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim-tim yang berpartisipasi di kompetisi Eropa musim 2025-2026. Banyak dari klub raksasa ini terbukti gagal memenuhi regulasi keberlanjutan ekonomi yang telah ditetapkan otoritas tertinggi sepak bola Eropa tersebut.
Juventus dan Newcastle United menjadi sorotan utama setelah menyepakati penyelesaian tiga tahun untuk memulihkan kondisi kas mereka hingga musim 2028-2029. Juventus dijatuhi denda total 20 juta euro, sementara Newcastle terkena sanksi 10 juta euro. Sanksi lebih berat diterima klub Prancis, Strasbourg, yang mendapat denda terbesar senilai 25 juta euro disertai larangan langsung mendaftarkan pemain baru akibat pelanggaran signifikan.
Baca Juga
Pelanggaran ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni kegagalan pendapatan sepak bola kumulatif tiga tahun terakhir serta pembengkakan alokasi gaji skuad yang melebihi batas '70 persen' dari total pendapatan klub pada tahun 2025. Selain raksasa Italia dan Inggris, klub-klub mapan seperti Aston Villa, Fiorentina, serta Fenerbahce juga terjerat aturan ketat pembatasan anggaran belanja pemain tersebut.
Sanksi ini memberikan dampak nyata berupa ancaman diskualifikasi dari kompetisi Eropa jika target pemulihan ekonomi tidak tercapai dalam tenggat waktu yang disepakati. Kasus unik juga menimpa Vardar Skopje asal Makedonia Utara yang harus membayar denda 250 ribu euro akibat kelalaian menyajikan laporan keuangan yang tidak lengkap kepada otoritas UEFA.