Novak Djokovic Desak Revolusi Format Tenis Demi Pikat Generasi Muda
Meskipun sukses melenggang ke babak kedua Wimbledon setelah menumbangkan Yibing Wu lewat pertarungan empat set, Novak Djokovic justru meluapkan kekesalannya terhadap arah industri tenis modern. Pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut menilai bahwa perpanjangan durasi turnamen belakangan ini sama sekali tidak memberikan keuntungan yang adil bagi para petenis yang memeras keringat di lapangan.
Petenis peringkat 8 dunia itu menyoroti kontrak jangka panjang yang mengikat para pemain, di mana penambahan durasi empat hari turnamen murni hanya mendongkrak pundi-pundi keuntungan pemilik modal. Menurut Nole, jadwal yang makin padat ini sangat menguras fisik, bahkan beberapa kawasan seperti Amerika Latin kini kehilangan banyak turnamen lapangan tanah liat tradisional mereka akibat pergeseran kalender kompetisi.
Baca Juga
Berdasarkan riset internal Asosiasi Pemain Tenis Profesional (PTPA), rata-rata usia pencinta olahraga raket ini secara global sudah menyentuh angka 61 tahun. Djokovic menegaskan bahwa generasi muda saat ini memiliki rentang perhatian yang berbeda dan hampir mustahil memaksa mereka untuk duduk menonton sebuah pertandingan selama empat hingga lima jam penuh.
Guna mengantisipasi krisis penonton di masa depan, sang legenda mengusulkan agar turnamen di luar Grand Slam mulai berani bereksperimen dengan format pertandingan yang jauh lebih pendek dan dinamis. Skema baru ini dinilai krusial agar tenis tetap relevan, atraktif, dan mampu bersaing dengan industri hiburan olahraga modern lainnya di pasar global.