Makna di Balik Siluet Atletis Diego Maradona di Stadion Azteca
Memasuki menit ke-77 dalam laga final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, sebuah momen magis tercipta tanpa disadari oleh 114 ribu penonton yang hadir. Oscar Ruggeri menyundul bola keluar dari area pertahanan Argentina, dan Diego Maradona langsung berlari kencang mengejar bola tersebut. Dengan kawalan ketat dari bek Jerman Barat, Karlheinz Forster, El Diego melompat dan mengontrol bola secara sempurna menggunakan paha kanan dalam posisi tubuh yang sangat atletis.
Aksi tersebut sebenarnya tidak menghasilkan gol karena Maradona langsung dijatuhkan oleh Forster sesaat setelah ia menyentuh bola kembali dengan kaki kirinya. Wasit Romualdo Arppi Filho bahkan tidak menganggap insiden terjatuhnya Maradona itu sebagai pelanggaran, dan Jerman Barat langsung membangun serangan balik. Pertandingan itu sendiri berjalan dramatis sebelum akhirnya Argentina mengunci kemenangan dengan skor 3-2 lewat gol penentu Jorge Burruchaga.
Baca Juga
Meskipun tidak mengubah papan skor, momen kontrol paha Maradona tersebut diabadikan secara sempurna oleh kamera dan menjadi salah satu visual paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. Daniel Arcucci, jurnalis sekaligus penulis biografi resmi Maradona, mengungkapkan bahwa pencarian sosok fotografer yang menjepret momen emas tersebut sempat menjadi misteri besar selama bertahun-tahun. Belakangan terungkap bahwa ada dua sudut pandang foto yang beredar, salah satunya merupakan karya fotografer legendaris asal Jepang, Masahide Tomikoshi.
Seiring berjalannya waktu, foto dokumentasi tersebut bertransformasi dari sekadar jepretan pertandingan menjadi simbol kejayaan masa keemasan sang legenda. Bentuk tubuh Maradona yang kokoh bak patung dalam foto itu kini diadaptasi menjadi spanduk stadion, tato di tubuh para penggemar, hingga wallpaper gawai. Gambar ini dianggap sebagai representasi visual terbaik yang menggambarkan betapa dominan dan kuatnya pengaruh seorang Diego Maradona di sepanjang turnamen Meksiko 1986.