Keputusan Pergantian Pemain Pape Thiaw Dinilai Keliru
Kekalahan menyakitkan Senegal dari Belgia lewat babak perpanjangan waktu memicu gelombang kekecewaan besar di dalam negeri. Skuad berjuluk Singa Teranga tersebut harus angkat koper lebih awal dari turnamen, dan pers lokal langsung menuding sang arsitek tim, Pape Thiaw, sebagai biang keladi kegagalan tersebut. Surat kabar ternama L"Obs bahkan merilis tajuk utama bernada sindiran "Pape, Ciao!", sementara media Le Soleil melabeli performa tim dengan sebutan "Coachmardesque' atau sebuah mimpi buruk taktik.
Kritik paling keras datang dari jurnalis Seneweb, Mouhamed Camara, yang menilai strategi sang juru taktik sangat sulit dipahami sejak awal turnamen bergulir. Menurutnya, Thiaw melakukan banyak blunder dalam menentukan starting line-up dan tidak mampu membaca jalannya pertandingan dengan baik saat menghadapi tekanan dari Setan Merah.
Baca Juga
Kekecewaan serupa juga disuarakan oleh Sene.news yang menyoroti kegagalan pergantian pemain dari pelatih berusia 45 tahun tersebut. Mereka menilai bahwa permainan Senegal justru mengalami penurunan drastis setelah sejumlah pilar ditarik keluar, dan para pemain pengganti dari bangku cadangan sama sekali tidak mampu meredam gelombang serangan balik dari kubu Belgia.
Situasi ini membuat masa depan Pape Thiaw di kursi kepelatihan tim nasional kini berada di ujung tanduk. Media investigasi Enquete bahkan langsung melempar jajak pendapat kepada publik mengenai kelayakan sang manajer untuk segera dipecat dari posisinya setelah evaluasi total pasca-Piala Dunia diselesaikan.