Perjuangan Heroik RD Kongo Menyulitkan Taktik Thomas Tuchel
Republik Demokratik Kongo harus menyudahi mimpi mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Inggris dengan skor 2-1. Kendati gagal melaju ke fase berikutnya, penyerang andalan "Les Leopards", Fiston Mayele, mengungkapkan bahwa timnya sama sekali tidak menyesali hasil tersebut karena sudah berjuang habis-habisan di lapangan.
Dalam laga bersejarah tersebut, RD Kongo sempat mengejutkan publik dengan unggul lebih dulu di babak pertama lewat performa yang sangat disiplin. Namun, Inggris yang diperkuat materi pemain bintang berhasil bangkit pada paruh kedua dan membalikkan kedudukan, memaksa skuad asuhan Thomas Tuchel memeras keringat lebih dalam untuk mengamankan tiket ke perempat final.
Baca Juga
"Ini hasil yang mengecewakan, tetapi kami sangat bangga dengan perjuangan kami sendiri," ujar Mayele setelah pertandingan. Mantan striker Pyramids FC itu menambahkan bahwa sebelum laga dimulai, seluruh pemain sudah berjanji jika mereka harus gugur, mereka akan melakukannya seperti ksatria yang bertempur sampai titik darah penghabisan di lapangan hijau.
Pencapaian mencapai fase gugur pertama sepanjang sejarah sepak bola negara ini memicu gelombang apresiasi yang besar dari para pendukung termasuk Presiden Republik. Skuad RD Kongo kini dijadwalkan langsung terbang kembali ke Kinshasa untuk bersiap menghadapi agenda kualifikasi internasional berikutnya yang akan bergulir pada jeda internasional mendatang.