Mengulang Memori Drama Adu Penalti Horor di Pacaembu
Hasil undian babak 16 besar Copa Libertadores memastikan duel sengit antara Rosario Central, yang lolos sebagai runner-up terbaik, melawan Corinthians selaku juara Grup E. Leg pertama dijadwalkan berlangsung di markas kebanggaan Los Canallas, Stadion Gigante de Arroyito, sebelum akhirnya mereka harus terbang ke Sao Paulo untuk melakoni laga penentuan di markas tim Brasil tersebut.
Pertemuan ini langsung membangkitkan memori kolektif para pencinta sepak bola Amerika Selatan pada edisi tahun 2000 silam. Kala itu, kedua tim juga saling hantam di fase gugur yang berakhir sangat dramatis lewat babak adu penalti setelah agregat menunjukkan angka sama kuat 5-5 dari dua pertandingan yang penuh tensi tinggi.
Baca Juga
Pada leg pertama musim 2000, Rosario Central asuhan Edgardo Bauza sempat memetik kemenangan tipis 3-2 di kandang. Sayangnya, saat melakoni laga tandang ke Stadion Pacaembu yang legendaris, Corinthians yang diperkuat kiper legendaris Dida berhasil membalas dengan skor serupa sebelum akhirnya menyingkirkan wakil Argentina itu lewat drama adu penalti yang menegangkan.
Bagi kubu Rosario Central, kegagalan menyakitkan 26 tahun lalu itu justru menjadi pemantik semangat hingga mereka mampu menembus semifinal setahun setelahnya. Kini, dengan peta kekuatan yang sudah jauh berubah, Los Canallas mengusung misi balas dendam sekaligus membuktikan bahwa mereka siap menjegal dominasi klub-klub Brasil di kompetisi antarklub tertinggi Amerika Latin ini.