Sarat Gengsi dan Aroma Balas Dendam Les Bleus di Piala Dunia 2026
Dua tahun lalu di Euro, langkah Prancis dihentikan Spanyol dengan skor 2-1 lewat aksi magis Lamine Yamal dan Dani Olmo. Kini, memori kelam di Munich itu siap dihapus saat kedua tim raksasa kembali bentrok di semifinal Piala Dunia 2026. Bertempat di AT&T Stadium yang megah, skuad Les Bleus datang dengan wajah baru dan motivasi berlipat ganda untuk membalikkan prediksi.
Gelandang muda Prancis, Warren Zaire-Emery, menegaskan bahwa timnya sudah jauh berkembang dan siap menuntut balas. Statistik mencatat Randal Kolo Muani menjadi satu-satunya pemain yang konsisten mencetak gol dalam tiga semifinal terakhir Prancis. Kehadiran amunisi baru seperti Michael Olise juga membuat Les Bleus kini tampil lebih dinamis dan tak lagi dipandang sebelah mata.
Baca Juga
Laga ini terasa semakin emosional karena digelar tepat pada tanggal 14 Juli, yang merupakan Hari Nasional Prancis. Bek Jules Kounde menyebut momen ini sangat krusial bagi publik Prancis, terutama sebagai pembakar semangat tim. Di kubu lawan, Lamine Yamal yang baru merayakan ulang tahun ke-19 memanaskan tensi dengan menyatakan bahwa Spanyol tidak takut dengan nama besar Prancis.
Atmosfer panas juga sempat diwarnai isu luar lapangan terkait komentar berbau rasisme dari mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengenai komposisi skuad Prancis. Skuad asuhan Didier Deschamps memilih bungkam dan fokus di lapangan. Kemenangan atas La Roja lewat gol Kylian Mbappe, Michael Olise, atau Ousmane Dembele dinilai akan menjadi jawaban paling berkelas di atas rumput hijau.