Dugaan Pelanggaran Batas Gaji Clippers Ganjal Kepindahan Kawhi Leonard
Langkah Los Angeles Clippers untuk melepas Kawhi Leonard kembali ke Toronto Raptors dipastikan jalan di tempat. Manajemen NBA saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap kubu Clippers guna memastikan apakah ada upaya manipulasi atau pelanggaran regulasi pembatasan gaji (salary cap) dalam kontrak sang pemain sebelum kesepakatan transfer antar-tim disahkan.
Padahal, skenario barter ini sudah menyusun formula besar yang melibatkan kepindahan Brandon Ingram dan Gradey Dick ke Clippers. Tidak hanya pemain, paket transfer megah ini juga menyertakan hak pilih putaran pertama draft tanpa proteksi tahun 2031 dan 2033, opsi pertukaran hak pilih pertama tahun 2027, serta dua hak pilih putaran kedua untuk tim asal Los Angeles tersebut.
Baca Juga
Pihak Clippers menegaskan bahwa kesepakatan ini hanya bisa terwujud jika manajemen Raptors bersedia menanggung segala risiko hukuman finansial yang mungkin lahir dari hasil investigasi kontrak Leonard. Di sisi lain, Raptors menyatakan lewat rilis resminya bahwa mereka tetap berkomitmen membawa pulang pahlawan juara 2019 mereka dan berharap masalah ini segera selesai demi kebaikan organisasi serta fans.
Fokus utama penyelidikan NBA tertuju pada aliran dana endorsement senilai 28 juta dolar AS dari perusahaan perbankan hijau, Aspiration, yang juga terikat kontrak sponsor jangka panjang dengan Clippers senilai 300 juta dolar AS. Kasus ini semakin rumit setelah Joe Sanberg, figur yang dituding menipu pihak Clippers dalam kesepakatan ini, resmi dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun.