Pemain Afrika Pertama di Argentina yang Terbawa Emosi Piala Dunia
Pertemuan antara Argentina dan Tanjung Verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar pertandingan biasa bagi Adriano Custodio Mendes. Pria kelahiran Tanjung Verde yang telah menetap selama lebih dari lima dekade di Argentina ini mengaku hatinya terbelah dua melihat negara kelahirannya harus saling sikut dengan negara yang membesarkan namanya.
Mendes menginjakkan kaki di Argentina pada tahun 1974 saat masih berusia 12 tahun untuk menyusul kakaknya setelah sang ayah tiada. Lewat sepak bola, ia berhasil menembus tim junior Estudiantes de La Plata dan beruntung bisa menyerap ilmu taktik dari pelatih legendaris Carlos Bilardo yang membuatnya mampu berkarier hingga usia 38 tahun.
Baca Juga
Meski sukses membela sejumlah klub lokal seperti Temperley, Colon, hingga Chacarita dan membangun keluarga di Argentina, Mendes tidak pernah melupakan akar budayanya. Ia menegaskan akan tetap memberikan dukungan emosional kepada Tanjung Verde dalam laga bersejarah ini tanpa mengurangi rasa hormat dan cintanya pada Argentina.
Keberhasilan skuad Hiu Biru lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya menjadi kebanggaan luar biasa bagi Mendes yang kini telah kembali menetap di Afrika. Laga krusial yang dibayangi ancaman badai emosional ini juga menjadi momentum penting bagi Argentina untuk mendekati rekor kemenangan Brasil di panggung dunia.