Krisis Finansial Menyeret Bordeaux ke Kompetisi Regional
Awan hitam kembali menyelimuti klub pemilik enam gelar juara Ligue 1, Girondins de Bordeaux. Badan Pengawas Keuangan Sepak Bola Prancis (DNCG) secara resmi menjatuhkan hukuman berat berupa larangan tampil di seluruh kompetisi nasional. Keputusan ini diambil setelah manajemen klub gagal memenuhi tenggat waktu untuk menutupi kekurangan anggaran belanja yang diminta oleh sang otoritas.
Otoritas finansial Prancis tersebut sebelumnya menuntut suntikan dana segar sebesar sembilan juta euro atau sekitar Rp158 miliar demi mengamankan neraca keuangan klub menghadapi musim depan. Kegagalan menghadirkan dana jaminan ini memaksa Bordeaux terjun bebas dari National 2 untuk memulai kembali perjuangan mereka dari kompetisi amatir kasta keenam, yaitu Regional 1.
Baca Juga
Pihak manajemen Bordeaux langsung merespons vonis tersebut dengan merilis pernyataan resmi untuk mengajukan banding. "Klub berkomitmen penuh untuk mengajukan banding terhadap keputusan ini sesuai dengan tenggat waktu yang telah diatur dalam regulasi yang berlaku," tulis perwakilan klub yang masih optimistis bisa membalikkan keadaan dalam sidang berikutnya.
Pemilik Bordeaux, Gerard Lopez, kini berpacu dengan waktu dalam proses penjualan saham klub yang terus berlarut-larut demi mencari investor baru. Pengusaha tersebut wajib menemukan suntikan modal besar dalam waktu singkat jika ingin meyakinkan DNCG dan menyelamatkan nasib sejarah panjang Les Girondins dari kehancuran total.