Lonjakan Performa Peyton Watson Jadi Modal Tuntut Gaji Selangit
Manajemen Denver Nuggets dihadapkan pada dilema finansial yang cukup rumit pada bursa jeda musim 2026 ini. Ambisi besar untuk terus memaksimalkan momentum juara bersama trio Nikola Jokic, Jamal Murray, dan Aaron Gordon kini terbentur oleh tuntutan nilai kontrak baru dari salah satu pilar muda mereka. Peyton Watson dilaporkan menginginkan nilai perpanjangan kontrak yang lebih besar daripada kesepakatan yang didapatkan Christian Braun pada tahun lalu.
Tuntutan naik gaji ini bukan tanpa alasan, mengingat Watson baru saja melewati musim 2025-26 yang sangat impresif bersama Nuggets. Pemain serbabisa ini sukses mengemas rata-rata 14,6 poin, 4,9 rebound, 2,1 assist, serta 1,1 blok per pertandingan di musim lalu. Performa gemilang inilah yang mendasari keyakinan Watson bahwa dirinya layak mendapatkan kompensasi finansial yang jauh lebih besar dari manajemen klub.
Baca Juga
Patokan kontrak Christian Braun yang menyentuh angka 125 juta dolar AS untuk durasi lima tahun kini menjadi standar baru di internal tim. Jake Fischer dari The Stein Line melaporkan bahwa Watson merasa kontribusinya di lapangan sudah lebih produktif, sehingga ia layak dibayar lebih mahal. Beruntung bagi Nuggets, Watson saat ini berstatus "restricted free agent", yang berarti mereka punya hak prioritas untuk menyamai tawaran apa pun yang datang dari klub lain.
Kehilangan Watson tentu akan menjadi pukulan telak bagi skema permainan asisten pelatih David Adelman yang sangat bergantung pada pemain 'two-way' tangguh di sekitar Jokic. Jika negosiasi ini buntu, beberapa tim rival seperti Los Angeles Clippers dilaporkan sudah bersiap untuk membajak sang pemain. Di sisi lain, internal Nuggets juga sedang disibukkan dengan rumor perburuan megabintang veteran LeBron James yang masuk dalam radar belanja mereka.