Tabrakan Peran dengan Draymond Green dan Skema Main Steph Curry
Menyatukan LeBron James dengan Steph Curry di Golden State Warriors mungkin menjadi impian terbesar bagi sebagian besar pencinta basket dunia. Kolaborasi dua megabintang ini di masa senja karier mereka diprediksi bakal menghadirkan hiburan kelas atas, sekaligus narasi sejarah yang luar biasa untuk warisan karier keduanya di panggung NBA.
Namun, jika dibedah secara taktis, manuver transfer ini justru berpotensi menjadi bencana bagi Warriors karena ketidakcocokan gaya bermain di lapangan. Masalah utama langsung muncul dari keberadaan Draymond Green, di mana fungsi ofensif yang biasa dia jalankan sebagai fasilitator serangan justru jauh lebih sempurna jika dieksekusi oleh seorang LeBron.
Baca Juga
Jika King James mengambil alih peran pengatur serangan dalam skema "short-roll", efektivitas Green yang tidak memiliki akurasi tembakan jarak jauh akan mati total di lini serang. Selain itu, pakem legendaris Warriors yang mengutamakan pergerakan tanpa bola dan fluiditas tinggi sangat kontras dengan gaya bermain LeBron yang lebih sering mengandalkan aksi isolasi satu lawan satu.
Faktor usia juga menjadi ganjalan besar bagi kedua belah pihak karena Warriors membutuhkan bintang muda yang bisa menggendong tim sepanjang musim reguler demi menghemat tenaga para veteran. Dengan komposisi skuad gaek yang rentan cedera, peluang Golden State untuk membangun dinasti juara baru justru terancam sirna akibat menumpuknya pemain bintang di usia senja.